Langsung ke konten utama

Gambar Allah

Secara esensial, Imago Dei (Gambar Allah), merupakan refleksi Firman Allah yang pada dirinya sendiri merupakan Gambar Allah yang hidup dan yang menghidupkan. Manusia telah dijadikan sedemikian rupa sehingga " memiliki tugas khusus untuk mendengarkan Firman Allah ": sementara disisi lain adalah tugas Roh Kudus yang " dengan suatu kekuatan yang ajaib dan khusus membentuk telinga untuk mendengar dan pikiran untuk memahami ."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat-Sifat Alkitab dan Aplikasi Bagi orang Percaya

Sifat-Sifat Alkitab dan Aplikasi Bagi orang Percaya BAB I PENDAHULUAN             Suatu Pertanyaan yang membuat para teolog pada abad ke empat sehingga membuat pengakuan dalam konsili ialah Adakah Kitab Suci telah jatuh dari sorga dengan bentuk yang sudah lengkap? atau bagaimanakah Kitab Suci telah tersusun sedemikian rupa hingga dapat dipercaya? Dalam 2Tim 3:16 memberikan sumbangsih atas pertanyaan tersebut bahwa dengan tegas Kitab Suci tidak jatuh dari sorga. Tapi Kitab Suci itu diilhamkan oleh Allah sendiri.  Pada konsili di Karthago tahun 397, konsili yang pertama, dinyatakan bahwa “kecuali kitab-kitab yang kanonik, di dalam gereja tidak boleh ada lain yang dibaca dengan menganggapnya kitab dari Tuhan”. Jadi, di Karthago kanon tidak ditetapkan, melainkan diakui bahwa kanon sudah ada. Dan setelah itu terdapat penambahan kitab-kitab dan surat-surat dari Rasul yang dianggap berwibawa. Pada adab ke-empat tahun 367, uskup...

Hidup Baru dalam Kristus

Hidup baru dalam K ristus PENDAHULUAN Sebelum membahas tentang apa yang dikatakan Perjanjian Baru tentang Hidup Baru, pertama-tama ada dua gagasan yang dimunculkan sebagai formula yang digunakan untuk melihat perspektif tiap tulisan-tulisan yang ada dalam Perjanjian Baru mengenai ‘hidup baru’. Gagasan yang dipakai Yohanes dan Paulus dalam tulisannnya adalah tentang “berada dalam Kristus”, dan juga gagasan lain yang dimunculkan adalah “tinggal dalam Kristus”, yang berarti penegasannya adalah “bersama atau menjadi satu dengan Kristus.” [1] Gagasan-gagasan ini akan dibahas secara lebih luas dalam tulisan-tulisan Perjanjian Baru (ada yang secara ‘tersirat’ maupun ‘tersurat’) yang terdapat gagasan-gagasan ini. Dari gagasan-gagasan inilah yang menjadi dasar untuk mengkaitkan bagian-bagian dari tulisan-tulisan Perjanjian Baru mengenai tema Hidup Baru dalam Kristus. KITAB-KITAB INJIL SINOPTIK Dalam injil sinoptik pertama-tama kita harus memusatkan perhatian kepada hak...

Pengudusan dan Kesempurnaan

Pengudusan dan kesempurnaan Injil Sinoptik Pengudusan dan kesempurnaan merupakan 2 hal yang berbeda. Proses kekudusan bersangkut paut dengan sikap pikiran manusia yang dapat menghasilkan perbuatan-perbuatan baik.  Didalam kekudusan Yesus mengharapkan sifat-sifat seperti: kelemahlembutan,kerendahana hati,kemurahan dan kesucian (mat 5:5-8) , semangat mengampuni,kasih kepada musuh (mat 18:21) Yesus menuntut suatu hal yang radikal namun ini merupakan cita-cita bukanlah suatu tuntutan yang harus dilakukan segera. Kesempurnaan dalam injil sinoptik memakai ayat dasar mat 5:48 “haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna. Ini adalah ucapan Yesus sendiri yang bertujuan membawa rencana Allah bagi manusia dalam pemenuhan akhir.  Kesempurnaan dalam injil sinoptik juga terdapat dalam kisah seorang muda kaya (mat 19:21).dimana disini memakai kata teleios yang bearti sudah lengkap. Dalam kisah ini tertulus bahwa seorang muda ini melakukan semua ...